Fakta 88Rising yang Perlu Kamu Ketahui

Projectdune – Head In the Cloud, festival musik yang diselenggarakan oleh 88 Rising, baru-baru ini berlangsung. Pertunjukan tersebut dilakukan di Amerika dan dimeriahkan oleh beberapa artis internasional berdarah Asia. Termasuk beberapa di antaranya adalah penyanyi dan rapper keturunan Asia seperti Niki, Joji, Chungha, Jackson Wang, Atharasii Gakko! untuk Warren Hue terbaru.

 

88 Rising, yang biasanya dilambangkan dengan 88, merupakan perusahaan musik multifungsi yang berlanjut hingga saat ini. Mereka menaungi musisi dari Asia untuk membuat musik di Amerika, apalagi ternyata masih banyak fakta unik lainnya yang tak kalah menarik. Sesuatu? mari kita bahas.

 

  1. 88 Rising menghadirkan 4 musisi Indonesia yang berkarir di Amerika. Dari Niki, Rich Brian, Stephanie Poetri hingga yang terbaru, Warren Hue

Sesuai dengan misinya untuk memperkenalkan musik dan musisi Asia ke dunia, ia juga merekrut musisi berbakat dari Indonesia. Di perusahaan 88Rising diketahui ada 4 musisi asal Indonesia. Dari Niki yang terkenal dengan lagu “Lowkey”, Rich Brian yang baru saja merilis lagu “New Tooth”, Stephanie Poetri yang sedang berkembang pesat dengan “I Love U 3000”, hingga Warren Hue terbaru yang debut dengan “West”, dengar di mp3 juice.

 

  1. 88Rising bukan hanya sebuah label rekaman, tapi sebuah perusahaan yang menampung semua kreativitas para artisnya

Dalam sebuah wawancara, Sean Miyashiro selaku pendiri pernah menyatakan bahwa 88 Rising adalah kombinasi dari beberapa hal. Dari perusahaan manajemen, saluran YouTube hingga label rekaman. 88Rising adalah platform yang digunakan untuk memberikan panggung yang bagus bagi Asia, tentunya untuk menampilkan bakat orang-orang Asia.

 

  1. Sebelum menjadi 88Rising of 88, perusahaan ini memiliki nama yang agak sulit yaitu CXSHXNLY

Awalnya, Sean bekerja sebagai pendiri dengan seniman listrik dan meluncurkan platform konten yang disebut Thump. Namun setelah berjalan-jalan, dia akhirnya menemukan bahwa musik elektronik bukanlah favoritnya.

 

Pada tahun 2015, ia akhirnya mendirikan perusahaan musik kolektif CXSHXNLY di sebuah garasi di Bronx, New York. Tujuan awal perusahaan adalah menjadi komunitas yang tidak hanya mewakili imigran Asia, tetapi juga semua imigran. Kini, perusahaan tersebut telah berganti nama menjadi 88Rising.

 

  1. Awalnya karena keterbatasan akses, 88 Rising menggunakan teknologi internet untuk mencari musisi berbakat. Ternyata manjur!

Memanfaatkan kemajuan teknologi, Sean berhubungan dengan artis-artis yang sedang naik daun melalui Internet. Demikian juga, ia menemukan Rich Brian, Niki, Stephanie Poetri, dan Warren Hue sama. Cara ini masih digunakan hingga saat ini, sehingga tak heran beberapa artis pernah menjadi bintang internet sebelum terjun ke bisnis ini. Dengar lagu 88rising di stafaband

 

88Rising mengakui peran penting Internet dalam menghubungkan agensi dengan artis dan artis dengan penggemar. 88Rising adalah agensi yang selalu mengupdate artisnya, tidak heran jika engagementnya tinggi.

 

  1. Mendapat pengakuan dari media musik Amerika. Tak heran, karena pamor 88⬆ semakin meningkat dipadu dengan artis-artis berkualitas

Media musik terkenal seperti Billboard melaporkan Head in The Clouds Festival yang dibuat oleh 88 Rising. Mereka mengatakan HITCH adalah festival hip-hop Asia yang harus Anda ketahui. Selain itu, 88Rising sendiri terus melebarkan sayapnya untuk menjadi perusahaan yang lebih besar. Beberapa artis ternama seperti Jackson Wang dan Chungha juga ikut bergabung.

 

Jadi itu sekitar 88 Rising, sebuah perusahaan musik Amerika yang siap menampung musisi Asia. Mencari bakat di internet, Anda dapat mengunggah karya Anda. Mungkin Anda bisa menjadi Warren Hue berikutnya.